Meski Tak Laku, AHM Pertahankan Honda Revo AT

detail berita



 
JAKARTA – Segmen sepeda motor jenis bebek matik kurang mendapat respon pasar yang baik di Indonesia. Contohnya, Honda Revo AT hanya terjual sebanyak 36 unit pada Januari, dan selanjutnya dari Februari sampai Maret, tidak ada penjualan sama sekali.

Melihat fenomena menurun drastisnya penjualan segmen bebek matik, PT Astra Honda Motor tidak langsung mengambil langkah penghentian penjualan motor yang dibanderol dengan harga Rp15,8 juta ini. AHM menilai ada beberapa faktor yang membuat terhambatnya pertumbuhan segmen ini.

“Bebek matik atau Revo AT awalnya kami rancang sebagai varian buat mengetes pasar. Kalau diterima dengan baik pasti jualan kami bisa kencang. Tapi ternyata jeblok, ini yang harus kita pikirkan lagi. Tapi sampai sekarang penjualan Revo AT masih tetap jalan,” jelas Wakil Presiden Direktur PT AHM Johannes Loman, kepada wartawan.

Faktor utama terhambatnya penjualan Honda Revo AT ini adalah masalah harga. Dengan banderol Rp15,8 juta, Honda Revo AT dianggap pasar masih terlalu mahal.

“Ini masalah harga yang memang tinggi. Sulit memang menggabungkan dua teknologi yang akhirnya berimbas kepada harga yang tinggi. Konsumen lebih suka memilih varian matik lainnya atau model bebek langsung,” tambah Deputy Sales Division Head Thomas J.A Wijaya.

Honda Revo Techno AT diluncurkan 2010 lalu, hadir menggunakan mesin 110cc PGM-FI dengan teknologi transmisi CV-Matik. Teknologi ini memungkinkan motor tersebut dikendalikan semudah skuter matik (skutik), namun memiliki kemampuan layaknya motor bebek. Pada 2011 lalu, Honda Revo AT ini mampu mencatatkan penjualan mencapai 5.116 unit.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar